LEGITIMIZING IDENTITY: (Konsep Ketaatan Mutlak pada Agama dan Dampaknya dalam Bermasyarakat)
(Daniel Libertson Manalu)
Abstrak
Berbagai peristiwa kekerasan atas nama agama di Indonesia
seperti rantai yang berkepanjangan, terkait satu dengan yang lain, tidak
kunjung usai. SETARA INSTITUTE mencatatkan ada 175 peristiwa
dengan 333 tindakan pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan di
2022. Berharap di tahun berikutnya, 2023, menurun justru makin
meningkat. Ada 217 peristiwa dengan 329 tindakan. Alih-alih di akhir
pemerintahan Presiden Jokowi dan di awal pemerintahan Presiden
Prabowo, yakni 2024, makin meningkat lagi sehingga menorehkan 260
peristiwa dengan 402 tindakan pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan. Dalam tulisan ini, kita dapat melihat faktor
kuat di dalam konteks agama memiliki peran dalam tindakan-tindakan
pelanggaran tersebut. Salah satunya adalah pengaruh teks suci di dalam
kitab.